🔬 Catatan dari Andini Kusuma — Analis RTP
Ketika saya pertama kali membangun database ini, tantangan terbesar bukan menemukan data RTP — tapi memutuskan sumber mana yang cukup terpercaya untuk dipublikasikan. Ada puluhan situs yang menampilkan nilai RTP, tapi ketika saya melacak asal-usulnya, sebagian besar bermuara ke satu atau dua sumber yang tidak bisa diverifikasi secara independen.
Keputusan yang kami buat sejak awal: tidak ada entri yang masuk ke database tanpa setidaknya satu sumber Tier 1 atau Tier 2. Ini berarti database kami tumbuh lebih lambat dari kompetitor — tapi setiap entri yang ada bisa dipertanggungjawabkan asal-usulnya. Kualitas lebih penting dari kuantitas, terutama saat data yang salah bisa mempengaruhi keputusan finansial pemain nyata.
Metodologi ini bukan sesuatu yang kami bangun dalam semalam — ini hasil dari iterasi selama dua tahun, diperbaiki setiap kali kami menemukan celah atau kelemahan dalam proses yang ada.